Selamat Pagi, Ungaran

Selamat Pagi, Ungaran

Di hijau daun
di bening embun pagi
sepenggal harapan aku sandarkan
sejuknya udara yang kudambakan
sejernih air mengalirkan kesejahteraan

Lewat tengah malam kami tiba di Desa Promasan. Tak satupun lagi lampu menyala di desa ini, desa yang terletak di ketinggian dan masih belum mendapat sambungan dari Perusahaan Listrik Negara. Warga desa memanfaatkan tenaga diesel untuk menerangi dan memenuhi kebutuhan listrik mereka.

Selamat Pagi, Ungaran

Kami berlima menuju sebuah rumah tak jauh dari musala. Karena telah lewat tengah malam, kami urungkan niat untuk membangunkan empunya rumah. Kami lalu mendirikan tenda di tanah lapang sekitar musala. Tas kami bongkar, peralatan kami keluarkan, sebentar kemudian tenda berdiri.

Selamat Pagi, Ungaran

Lelah telah membayang di wajah kami, hari juga sudah lewat tengah malam. Kami istirahat di tenda guna menghimpun tenaga; rencananya kami akan melakukan perjalanan ke puncak Gunung Ungaran jam dua pagi. Angin dan udara dingin dengan sekejap membawa kami lelap di alam mimpi.

Selamat Pagi, Ungaran

Manusia berencana, Tuhan menentukan. Mata yang terpejam perlahan terbuka. Kami masih mencoba mengumpulkan sisa-sisa nyawa sambil melayangkan pandang: terang! Entah pagi yang kembali begitu cepat atau memang kami yang terlalu lelah untuk bangun di waktu yang tepat. Kami keluar tenda satu persatu. Sinar mentari seperti tak sabar lagi menunggu untuk menyinari wajah-wajah lelah, menemani mereka melakukan aktivitas pagi. Matahari terbit di Puncak Ungaran tinggal angan-angan.

Selamat Pagi, Ungaran

Kuhirup udara pagi yang cerah. Kulihat langit biru dan hijau daun di sekeliling. Sesekali terdengar kokok ayam jantan melantunkan melodi pagi. Aktivitas pagi telah kembali di desa ini. Kuambil kamera dan kujelajahi pagi dengan berkeliling Desa Promasan sambil menyapa penduduk setempat.

Selamat Pagi, Ungaran

Aku berjalan di kebun teh, menikmati sejuk udara pagi di bawah sinar mentari. Begitu tenang dan damai desa ini. Penduduknya ramah, alamnya begitu indah. Udara serta air bersih yang mengaliri desa begitu menenangkan jiwa. Beberapa kali datang ke desa ini, masih terasa suasana damai. Semoga lestari, tetap seperti ini sampai waktu kukembali lagi. Terima kasih, Tuhan. Selamat pagi, Ungaran!

Selamat Pagi, Ungaran

 

Written by
Joko Prasetyo
Join the discussion

[+] kaskus emoticons nartzco

3 comments