[Ngopi Bareng KAI] Secangkir Kopi dan Sahabat

3

Entah berapa banyak kisah menarik hadir lewat secangkir kopi, kopi tidak membedakan kelas sosial akan tetap pahit dilidah dan terasa asam ketika dikecap. Kopi bukan sekedar minuman penghilang kantuk atau rekan dalam mencari inspirasi namun kopi pencair suasana yang hadir tanpa kata cukup dengan citarasa yang dapat memperat tali silahturahmi. Dijaman manusia lebih mesra dengan ponsel pintarnya, kopi dan obrolan didalamnya dapat memanusiakan manusia.

Sejarah panjang kopi dengan Indonesia tidak cukup diceritakan hanya dengan secangkir kopi, banyak varian kopi berasal dari Indonesia mulai dari ujung barat sampai ujung timur dengan karakteristik berbeda yang membuat kopi Indonesia mendunia namun apa nasib petani kopi kini ?

Tanggal 30-31 Januari 2018, Komunitas Kopi Nusantara bekerjasama dengan PT. KAI melalui anak perusahaannya PT. Reska Multi Usaha (PT. RMU) menggelar acara dengan tajuk #NgopiBarengKAI. Ngopi bareng di 11 kota, 13 stasiun dan 40 pemberangkatan kereta api dengan melibatkan 200 barista serta para pelaku kopi membagikan 50.000 cup kopi secara GRATIS hanya dengan menunjukan aplikasi KAI Access dari ponsel pintar.

Aplikasi KAI Access memudahkan para pengguna kereta api untuk mengakses segala informasi hanya genggaman tangan. Selain untuk pesan tiket, aplikasi KAI Access juga bisa pre order makanan yang disedikan di restorasi kereta api jadi tidak akan takut kehabisan makanan favorit.

Prami Kereta Api

Daftar 11 kota beserta 13 Stasiun yang menjadi lokasi acara #NgopiBarengKAI

  1. Jakarta (Gambir dan Pasar Senen)
  2. Bandung
  3. Cirebon
  4. Purwokerto
  5. Yogyakarta
  6. Solo
  7. Semarang
  8. Tegal
  9. Surabaya (Gubeng dan Pasar Turi)
  10. Malang
  11. Jember

Acara #NgopiBarengKAI selain membagikan gratis 50.000 cup kopi juga bertujuan untuk membantu mempromosikan UKM-UKM kopi lokal agar tidak kalah saing dengan gempuran kopi luar yang masuk dengan deras akibat trend ngopi di Indonesia, dengan membantu mempromosikan produk kopi lokal secara langsung membantu mempromosikan para petani kopi yang merupakan faktor utama dunia perkopian Indonesia selain itu acara #NgopiBarengKAI juga akan menyisihkan 10 % hasil penjualan para UKM-UKM yang berpartisipasi untuk disumbangkan kepada penderita gizi buruk sekaligus memperingati hari gizi nasional pada tanggal 25 januari.

***

Ngopi Bareng KAI

11.57 Wib, 30 januari 2018, keriuhan sudah terlihat dari pintu masuk Stasiun Kereta Api Pasar Senen. Lalu lalang manusia menggenggam cup kopi bertuliskan #NgopiBarengKAI, keceriaan lewat kopi tercipta disudut-sudut stasiun sambil entah apa yang mereka diskusikan, terlihat juga hembusan asap kretek dari sudut area merokok dari sekumpulan ahli hisab bercengkrama sambil sesekali menghirup kopi mereka dari cup yang tidak asing lagi dimata. Hal sederhana mempersatukan manusia untuk saling berinteraksi entah mereka saling kenal sebelumnya yang pasti ngopi melupakan segala perbedaan yang disemat individu-individu pada saat itu.

Pengumuman pemberangkatan kereta meraung-raung dari pengeras suara stasiun belasan manusia bergegas dari stand-stand kopi #NgopiBarengKAI untuk menuju pintu keberangkatan, panitia dengan sigap menginformasikan bahwa kopi gratis tidak hanya ada di stasiun namun juga disediakan dibeberapa keberangkatan kereta api. Giliran panggilan untuk kereta api Jayakarta Premium tujuan Pasar Senen-Surabaya Gubeng meraung-raung dipengeras suara, tandanya saya untuk menghirup abis gelas kopi dan bergabung dengan panitia pelaksana serta dua orang  barista dari bekasi dan Jakarta untuk segera bergegas menuju gerbong restorasi KA Jayakarta Premium tempat dimana nanti kami akan mempersiapkan kopi dan membagi-bagikannya diatas kereta dibantu oleh tim reska yang cekatan.

Traveller Kaskus diacara Ngopi Bareng KAI

Peluit panjang melengking terdengar jelas dari gerbong restorasi tepat pukul 13.20 wib kereta mulai bergerak, perkenalan singkat dengan 2 barista dari coffee bins (Bekasi) dan toko kopi 28 (Jakarta) tanpa canggung karena kopi jawabnya tanpa tedeng aling-aling sungguhan 2 cup kopi yang disiapkan kedua barista terpampang dimeja. Saya pelanggan pertamax (red: pertama), citarasa berbeda dari kedua kopi menggoda panca ku, arabika dan robusta suguhan yang akan saya icip. Tanpa gula, pahit memang tapi sesungguhnya letak nikmatnya citarasa kopi sahut aji barista dari coffe bins sementara damar sedang sibuk mempersiapkan peralatan seduhnya di meja sebelah.

Perkenalan dengan Tim Reska Kereta Api Jayakarta Premium semua berawal dari obrolan dengan kopi, singkat namun menghangatkan suasana. Berbagi tawa pun tidak memakan waktu lama sampai dengan berbagi strategi bagaimana membagikan kopi kepada penumpang diruang restorasi yang sempit ini. Dengan cekatan aji dan damar menyeduh bubuk-bubuk kopi yang aroma seketika memenuhi gerbong restorasi, benar saja penikmat kopi segera saja hadir digerbong restorasi setelah salah satu tim reska mengumumkan pembagian kopi gratis melalui pengeras suara kereta.

Senyum prama-prami KA Jayakarta menyambut penumpang yang antusias, tidak lupa mengingatkan penumpang untuk mendapatkan kopi gratis para penumpang harus mempunyai aplikasi KAI Acces dan bagi yang belum punya bisa mengunduh langsung dari ponsel melalui Apps Store atau Google Play Store.

Ngopi Bareng KAI

Hilir mudik penumpang masuk gerbong restorasi, menanti cup-cup robusta dan arabika yang akan mereka nikmati tidak jarang  penumpang yang tinggal lebih lama untuk berbincang-bincang tentang kopi ada juga penumpang yang tidak ngopi tapi karena rasa penasaran dengan euphoria #NgopiBarengKAI akhirnya mereka icip-icip kopi. Terdorong dari rasa penasaran tentang kopi, beberapa penumpang meminta wejangan-wejangan tentang kopi dari para barista dengan kompak dan sabar aji dan damar (barista) menjelaskan perbedaan arabika dan robusta sambil sedikit menyisipkan promosi tentang produk-produk yang mereka jual, alhasil gerbong restorasi pun penuh sesak tetapi tanpa senyum kecut lagi-lagi semua gara-gara kopi.

Stasiun Gubeng sudah didepan mata karena dari pengeras suara di gerbong menginformasikan bahwa kereta sudah sampai di Mojokerto, 14 jam perjalanan tak terasa dengan secangkir kopi dan sahabat. Tepat pukul 04.45 wib kereta tiba, kamipun bergegas turun untuk beristirahat karena dihari yang sama kami akan berangkat lagi dengan kereta yang sama tetapi kali ini kami akan singgah di Jogja untuk mengikuti penutupan acara #NgopiBarengKAI.

Download KAI Access untuk ikutan Ngopi Bareng KAI

Suasana pagi stasiun Gubeng tak beda jauh dengan stasiun Pasar Senin, ramai oleh calon penumpang atau yang hanya mengantar sanak saudaranya. Tak jauh dari pintu masuk keberangkatan tepat nya diselasar stasiun ada beberapa stand-stand #NgopiBarengKAI, nampaknya UKM-UKM kopi Surabaya dan sekitarnya tidak mau kalah, mereka unjuk gigi dengan karakteristik kopi unggulannya masing-masing. Lagi-lagi kerena kopi perkenalan singkat dengan teman-teman kopi Surabaya berbuntut diskusi panjang yang awalnya selalu tentang kopi yang kemudian diskusi ngalor-ngidul khas sahabat. Waktu jua yang memisahkan, jabat tangan erat berjanji akan saling berkabar jika berkunjung ke kota masing-masing mengakhiri perjumpaan kami karena saya, aji dan damar harus segera naik kereta Jayakarta Premium menuju Jogja.

20.48 wib kereta Jayakarta Premium tiba stasiun besar Tugu Jogjakarta, melalui pintu keluar di selatan stasiun kami bergegas menuju venue #NgopiBarengKAI yang gempita suaranya sudah terdengar sayup-sayup dari dalam stasiun. Benar saja kemeriahan sudah terlihat ketika kami keluar dari pintu selatan stasiun, sajian live musik dan gemerlap lampu-lampu dari stand-stand #NgopiBarengKAI adalah sapuan pandangan pertama saya sebelum memulai perkenalan dengan teman-teman komunitas kopi nusantara di Jogjakarta. Penutupan acara #NgopiBarengKAI dengan ucapan syukur karena target pembagian 50.000 cup kopi telah melewati target dan tidak lupa seluruh peserta serta pengunjung mengangkat cup kopi #NgopiBarengKAI yang menandakan acara telah berakhir.

***

Kopi tak perlu bersusah payah untuk mencairkan suasana, berbagi kisah tanpa dibatasi kelas sosial, suku dan agama. Terbukti 200 orang barista, 23 blogger-vlogger serta panitia tidak lupa penumpang kereta api dari segala daerah berinteraksi layak sahabat, semua berawal dari kopi. Perbedaan-perbedaan sejenak dilupakan. Tidak sependapat tak harus orasi lebih baik ngopi.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.