Author: Sarani Pitor

Voluntourism: Sebuah Nukilan

Voluntourism: Sebuah Nukilan

Pada mulanya adalah senang-senang, lalu kehampaan. Maka, voluntourism muncul. Ia lahir dari kebosanan akan perjalanan yang ‘gitu-gitu aja’, yang makin lama makin terasa hedonistik, yang mungkin dianggap tak punya fungsi sosial budaya selain soal...

Eksotis?

Eksotis?

“Calling something exotic emphasizes its distance…. We call someone exotic if we aren’t especially interested in viewing them as people — just as objects representing their culture.” -N.K. Jemisin Eksotisme sebenarnya adalah semacam luka...

Slow Travel: Merawat Nalar

Slow Travel: Merawat Nalar

Tahun lalu, tante saya yang lama tinggal di Jerman berkunjung ke Indonesia. Ia bercerita soal saudara yang ingin traveling ke Eropa. Selama di Eropa, si saudara mau menyambangi Jerman, Prancis, Belanda, dan Italia. Semuanya dalam waktu kurang dari...

Surga: Dari Sakral ke Banal

Surga: Dari Sakral ke Banal

Beberapa tahun ke belakang, setiap saya di kursi pesawat dan membolak-balik flight magazine, dan menemukan artikel yang judulnya terdapat kata ‘surga’, saya menggeleng kepala dan membunyikan ‘ck!’ Sungguh, pemakaian kata ‘surga’, ‘sorga’, ‘nirvana’...