Author: Fuji Adriza

Jika tidak sedang berkeliaran, ia menyanyi diiringi petikan ukulele.

The Van Diary: Pasah di Pasar Kintamani

The Van Diary: Pasah di Pasar Kintamani

Lantai dua Luden House yang terbuat dari kayu berderit-derit ketika kami sibuk membereskan perlengkapan tidur. Nyawa belum begitu terkumpul sementara hawa dingin Ubud di pagi hari serasa menahan kami untuk tetap bertahan dalam kantong tidur. Saya...

The Van Diary: Koloni Burung Kokokan

The Van Diary: Koloni Burung Kokokan

Jalan Sriwedari, Ubud, semakin mengecil. Rumah-rumah dan villa yang dibangun di atas sawah tampak semakin banyak. Jika dibandingkan dengan pusat kota Ubud yang ramai, hawa memang bertambah dingin dan suasana menjadi demikan sepi. Namun entah kenapa...

The Van Diary: Gede Sayur

The Van Diary: Gede Sayur

Selama dua malam kami menginap di studio sekaligus galeri seniman Gede Sayur. Namanya mulai menjadi perhatian sejak ia memasang seni instalasi berupa tulisan Not For Sale di sawah belakang Luden House – nama yang ia berikan untuk studionya itu –...