Author: Fuji Adriza

Jika tidak sedang berkeliaran, ia menyanyi diiringi petikan ukulele.

Buku Foto Merbabu

Resensi: Merbabu, Pendakian Bertabur Bintang

Widhi Bek naik gunung untuk melihat langit, membidiknya melalui lensa, kemudian memencet rana untuk mengabadikannya dalam bingkai-bingkai foto. Lewat buku foto “Merbabu, Pendakian Bertabur Bintang” fotografer LandscapeIndonesia.com ini mengajak kamu...

Ekskursi Korowai 2015

Ekskursi Korowai 2015

Setelah hampir satu bulan meneliti arsitektur tradisional Suku Korowai, Papua, Mahasiswa Arsitektur UI menggelar pameran bertajuk “Menggapai Tonggak Cakrawala” yang mengangkat keunikan cara Suku Korowai berhidup. Terdapat dua rangkaian pameran...

Sepatah Dua Patah Coklat

Sepatah Dua Patah Coklat

Sebenarnya ini untuk mengobati rasa haus saya atas kurangnya catatan perjalanan yang bisa ‘menggerakkan’ di dunia literatur Indonesia kontemporer, sebab masih sedikit kisah perjalanan yang mampu membuat saya langsung mengangkat ransel...

Buang Jong

Buang Jong

Foto cerita Ritual Buang Jong oleh suku Sawang di Belitung dalam rangka Sail Wakatobi – Belitong dirangkai oleh Fuji Adriza menggunakan kamera analog. Ketika sedang melahap pisang goreng di sebuah warung di pojok Tanjung Kelayang, Belitung, tiba...

Suatu Ketika di Moni

Suatu Ketika di Moni

Bagi saya kenangan tentang Moni bukanlah semata soal Danau Kelimutu. Kelimutu cantik, tak bisa dipungkiri, namun kecantikan seperti itu rasanya cukup jika diabadikan dalam kartu pos saja, yang setelah diterima seseorang di ujung sana akan disimpan...

Menjadi Relawan di UWRF 2014

Menjadi Relawan di UWRF 2014

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana sensasi duduk, mengobrol, dan berdiskusi bersama ribuan pecinta sastra; bagaimana rasanya ketika keinginanmu terwujud untuk sekadar bersalaman dan bertukar sapa dengan penulis favoritmu yang berasal dari negeri...

Ketika di Ende

Ketika di Ende

Hotel tempat saya menginap di ketika di Ende memang cocok sekali dinamakan Ikhlas sebab tarifnya hanya berkisar antara lima puluh ribu rupiah per malam sampai sembilan puluh ribu, tergantung pada jenis kamar. Saya memilih yang paling murah; kamar...

The Van Diary: Tenganan dan Daun Lontar

The Van Diary: Tenganan dan Daun Lontar

Syahdan, jauh sebelum masa ketika pasukan Majapahit yang kalah perang melarikan diri ke Bali lalu mengubah kebudayaan pulau itu menjadi selayaknya sekarang, Bali telah memiliki peradaban. Para penghuni awal Pulau Dewata hidup tenteram di pegunungan...

The Van Diary: Menyaksikan Pelebon

The Van Diary: Menyaksikan Pelebon

Berita bahwa sebuah upacara kematian keluarga para raja, pelebon, akan dilakukan pada hari ini (9/12) meniup kami sampai ke Ubud. Sekitar pukul sebelas kami berempat tiba di The Sungu Resort & Spa, tempat kami akan menginap selama beberapa hari...