Mengenal Simbol Ksataria di Manggarai dengan Tradisi Tari Caci

2
Tari Caci Flores

Caci atau Tari Caci atau adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). Tari ini dimainkan saat syukuran musim panen (hang woja) dan ritual tahun baru (penti), upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting (wikipedia)

Tari Caci mengandung makna simbolis melambangkan kejantanan, keramaian, kemegahan dan sportivitas. Tari Caci memiliki fungsi bagi kelangsungan hidup masyarakat Manggarai, sebagai icon pariwisata. Banyak wisatawan baik dalam dan luar negeri berkunjung untuk menyaksikan tari caci, dari segi ekonomi sangat membantu karena selain menyajikan atraksi tari caci, penduduk lokal bisa memperkenalkan komoditas lokal mereka kepada wisatawan seperti kopi, kain tenun dan lain-lain.

Caci adalah komunikasi antara Tuhan dan manusia. “Ca” berarti satu dan “Ci” berarti uji. Caci adalah simbol Tuhan, kesatuan, ibu pertiwi dan bapak langit. Perisai ditangan kanan adalah lambang rahim dan ibu pertiwi. Tongkat anyaman di tangan kiri yang juga berfungsi sebagai pelindung adalah lambang langit.Para penari haruslah menjaga ucapan, emosi, sportifitas sehingga tidak ada dendam antara penari pasca melakukan tarian ini.

Caci yang memainkan peranan penting sebagai lambang seni dan budaya Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dipahami sebagai ritual dengan makna mendalam bagi masyarakat, juga menjadi atraksi pertunjukan dan menarik.

Caci dimainkan dua orang laki-laki, satu lawan satu, namun memukul dilakukan secara bergantian. Para pemain dibagi menjadi dua kelompok yang secara bergantian bertukar posisi sebagai kelompok penyerang dan kelompok bertahan. Caci selalu dimainkan oleh kelompok tuan rumah (ata one) dan kelompok pendatang dari desa lain (ata pe’ang atau disebut meka landang yang berarti tamu penantang).

Pada saat kedua penari akan memasuki arena, para penari terlebih dahulu melakukan pemanasan dengan cara melakukan gerak tari. Kemudian mereka akan saling menantang sambil menyanyikan lagu-lagu adat, kemudian pertandingan pun dimulai.

Tradisi Tari Caci

Pemain dilengkapi dengan pecut (larik), perisai (nggiling), penangkis (koret), dan panggal (penutup kepala). Pemain bertelanjang dada, namun mengenakan pakaian perang pelindung paha dan betis berupa celana panjang warna putih dan sarung songke (songket khas Manggarai). Kain songket berwarna hitam dililitkan di pinggang hingga selutut untuk menutupi sebagian dari celana panjang. Di pinggang belakang dipasang untaian giring-giring yang berbunyi mengikuti gerakan pemain.

Tari Caci Manggarai Flores

Tarian caci merupakan sebuah kesenian yang mampu menunjukkan nila-nilai budi pekerti bagi masyarakat Manggarai dan mereka yang menyaksikannya. Makna tarian ini merupakan media bagi para laki-laki Manggarai dalam membuktikan kejantanan mereka, baik dalam segi keberanian maupun ketangkasan. Walaupun terkandung unsur kekerasan didalamnya, kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya seperti semangat sportivitas, saling menghormati, dan diselesaikan tanpa dendam diantara mereka. hal inilah yang menunjukan bahwa mereka memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan di dalam diri mereka.

Setelah menikmati keindahan alam Pulau Flores, seperti Pulau Komodo, mampirlah sebentar ke Manggarai dan menikmati pertunjukan Tarian Caci yang indah dan memiliki nilai budaya.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco