Rejang Asak

1

Desa Asak yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali, adalah satu di antara beberapa desa Bali Aga (Bali mula atau Bali tua) yang penduduknya masih kukuh memelihara ritual budaya dan keagamaan. Ritual yang dijalankan berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan masyarakat Desa Asak; bertani dan menenun. Beberapa di antara ritual tersebut hanya dilakukan secara eksklusif di Asak sementara sebagian lainnya – meskipun juga dijalankan di berbagai tempat – tampil dengan karakter Desa Asak yang kuat sebagai akibat dari penerapan yang konsisten selama ratusan tahun.

Salah satu dari ritual yang masih rutin dijalankan di Asak adalah Rejang Asak. Rejang adalah sebuah tari persembahan untuk memuja dewata, yang hanya boleh ditarikan oleh perempuan yang sudah akil balik serta belum menikah. Selain itu, yang paling penting, hanya gadis desa setempat yang diizinkan menari rejang.

Meskipun masyarakat Desa Asak bukanlah satu-satunya yang melaksanakan ritual rejang, ada satu hal yang membuat Rejang Asak menjadi unik; kostumnya yang khas.

Untuk berpartisipasi dalam Rejang Asak, setiap keluarga hanya boleh mengirimkan seorang anak gadis sebagai perwakilan. Oleh karena menjadi penari rejang dianggap sebagai sebuah tugas yang membanggakan dan menyangkut kehormatan keluarga, kostum Rejang Asak selalu dipersiapkan secara serius oleh keluarga sang penari. Perlu waktu satu sampai dua hari untuk mempersiapkan pakaian dan perlengkapan lainnya; merangkai kembang jepun (bunga kamboja), memasang ornamen warisan turun-temurun dari leluhur – asesoris yang akan membuat kostum masing-masing penari khas dan semarak.

Tari Rejang Asak dapat disaksikan setiap enam bulan sekali, ketika Hari Raya Kuningan. Sehari setelahnya juga ada, namun dengan kostum berbeda.

 

R_MG_0147

R_MG_0241

R_MG_0298

R_MG_0306

R_MG_9936

R_MG_9953

R_MG_9978 copy

R_MG_9987

r_MG_9996

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco