Pameran Fotografi Perjalanan

0

Fotografi mempunyai peran penting dalam memaknai perjalanan, melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, atau setidaknya dengan sudut pandang yang lebih personal. — Irham Rahadian —

 

“One’s destination is never a place, but a new way of seeing things”
~Henry Miller

Fotografi berasal dari dua kata Yunani kuno, yakni foto untuk “cahaya”, dan grafis untuk “melukis.” ”Melukis dengan cahaya” adalah cara untuk menggambarkan fotografi. Ketika sebuah foto dibuat, cahaya atau bentuk lain dari energi radiasi, seperti sinar X, digunakan untuk merekam gambar suatu obyek atau adegan pada permukaan peka cahaya. Foto pada awalnya disebut gambar matahari (sun pictures), karena sinar matahari itu sendiri yang digunakan untuk membuat gambar. Umat manusia telah menjadi pembuat gambar setidaknya sejak lukisan gua sekitar 20.000 tahun yang lalu. Dengan penemuan – penemuan / inovasi di fotografi, gambar akan dapat ditangkap hanya dalam waktu hitungan detik.

Hari ini, fotografi telah menjadi sarana komunikasi yang sangat kuat dan sebagai mode ekspresi visual yang menyentuh kehidupan manusia dalam banyak hal. Misal, fotografi telah menjadi popular sebagai alat pengingat kenangan. Banyak orang yang melakukan kegiatan fotografi dengan memotret berbagai momen entah itu dengan kamera pocket, kamera SLR (Single Lense Reflex), atau bahkan dengan kamera handphone. Sebagian besar foto yang diambil saat ini adalah snapshot untuk mendokumentasikan acara pribadi seperti pernikahan, ulang tahun, liburan, travelling dan lain-lain.

Ketika bepergian, melakukan perjalanan ke berbagai tempat, fotografi menjadi media yang paling akurat untuk menangkap momen. Banyak momen yang tidak hanya sekedar momen, banyak momen yang bisa berbicara dan menjadi fakta sejarah. Dengan fotografi, kita bisa menceritakan secara visual mengenai apa yang kita lihat, temui dan rasakan. Fotografi mempunyai peran penting dalam memaknai perjalanan, melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, atau setidaknya dengan sudut pandang yang lebih personal.

Dalam Pameran Fotografi Perjalanan ini, 14 fotografer dari komunitas semut ireng mencoba menceritakan apa yang mereka temui dalam perjalanan mereka. Masing-masing mempunyai sudut pandang yang cukup personal, menghadirkan momen, waktu dan tempat yang mereka abadikan dalam bingkai fotografi. Namun, cerita-cerita visual itu tidak hanya ditampilkan atas dasar estetika semata. Melainkan mengajak kita untuk masuk kedalam suasana pada saat itu, saat mereka mengabadikan momen tersebut. Mengajak kita melihat sesuatu melalui mata fotografer, melalui sudut pandang mereka secara personal.

Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan, entah itu sekedar travelling mengisi liburan, ekspedisi naik gunung, atau mengerjakan project fotografi. Selanjutnya, kita-lah yang menentukan dengan cara bagaimana untuk menceitakan perjalanan kita tersebut. (*packing)

Achmad Taufik Anam | Adhitya Angga Wijaya | Akhmad Maulida | Dana Bibo | Dewi Purnama Sari
Dwiky Kurniawan | Hamdan Prasojo | I Nyoman Haryadi Wijaya | Irham Rahadian | Noval “Opank”
Reza Permana | Syafiudin Vifick | Yanda Dwi Septian | Yulius Ryan Cika P.

 

Komunitas Semut ireng
Komunitas semut ireng adalah komunitas non profit yang bergerak di bidang fotografi. Berdiri pada tanggal 9 Oktober 2009, atas dasar kesukaan yang sama terhadap fotografi. Berbagai kegiatan telah dilakukan, seperti seminar, workshop fotografi, hunting, pameran dan lain-lain. Salah satu programnya adalah fotografi lubang jarum. Komunitas semut ireng aktif mengadakan workshop fotografi lubang jarum di Bali, dan juga di luar Bali, yakni Lombok, berbagai daerah di Jawa, Banda Aceh dan beberapa kota di Sumatra. Selain itu juga aktif mengikuti dan mengadakan pameran fotografi.

Contact Person :
Irham Rahadian 085739996690
Vifick 085333114666

FB : Semut ireng photography
Web : ceritadalamkaleng.wordpress.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco