Traveller Kaskus

Cerita Pejalan

Terpikat Taman Air Tirta Gangga

Jika Yogyakarta memiliki Taman Sari, maka Bali punya Tirta Gangga, sebuah tempat peristirahatan sekaligus pemandian keluarga Kerajaan Karangasem yang dibangun oleh Anak Agung Ngurah Anglurah Ketut Karangasem berpuluh tahun lalu. Walaupun dulu tempat ini dibangun khusus untuk keluarga kerajaan, kini siapa pun dapat menikmati segarnya mandi di Tirta Gangga. Saya memulai perjalanan menuju Tirta Gangga… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan

Mengunjungi Rumah Maeda

Tepat tanggal 16 Agustus 1945, kesibukan disertai ketegangan menggema ke tiap sudut sebuah rumah megah di kawasan Menteng. Tujuh puluh tahun kemudian, saat saya melangkahkan kaki memasuki halamannya, rumah Laksamana Muda Maeda itu—yang sekarang sudah berubah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi—masih menampakkan pesonanya, meski sudah tak ada lagi aktivitas berarti yang dilakukan di sini. Sepi,… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan

Jalan-Jalan ke Kampung Bajo Togean

Adalah sebuah narasi besar bahwa penjelajah-penjelajah ulung berasal dari Eropa. Christopher Columbus dari Genoa menemukan Benua Amerika, meskipun ada pula dugaan bahwa orang-orang Viking sudah lebih dulu menginjakkan kaki di Amerika Utara. Cerita lain adalah Ferdinand Magellan yang berhasil mengelilingi dunia hanya dengan kapal sepanjang 21 meter pada tahun 1519, yang sampai sekarang masih dinilai… Continue reading

Share to social media :
Kajian Pejalan

Resensi: Merbabu, Pendakian Bertabur Bintang

Widhi Bek naik gunung untuk melihat langit, membidiknya melalui lensa, kemudian memencet rana untuk mengabadikannya dalam bingkai-bingkai foto. Lewat buku foto “Merbabu, Pendakian Bertabur Bintang” fotografer LandscapeIndonesia.com ini mengajak kamu menengadah ke atas untuk bersama-sama mengagumi keelokan gemintang yang bertaburan di angkasa raya tanpa batas. Sesuai judulnya, cerita yang diangkat adalah pendakian Gunung Merbabu (3142… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan

Ketika Waktu Berhenti di Bumi Perkemahan Loji

Berkemah bukan sekadar menghabiskan waktu dengan bidang tanah lain di belahan bumi lain. Dalam perjalanan ke arah Bogor, saya mengamati jarum jam yang bergerak lebih cepat dari biasanya. Tak jauh dari saya, Eka dan Like masih berdiri berdesakan dengan penumpang lain di kereta. Saat itu pukul 3 sore. Matahari akan tumbang beberapa jam lagi. Tapi… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan

Mengintip Tradisi Menulis dan Menenun Unik Khas Desa Tenganan

Salah satu cara mengembangkan kebudayaan adalah dengan diturunkan. Menulis di atas daun lontar dan membuat kain gringsing adalah tradisi yang nyatanya masih lestari karena selalu diturunkan dari generasi ke generasi di Desa Adat Tenganan. Saya tiba di Desa Tenganan ketika hari beranjak sore. Parkiran yang biasanya penuh kini hanya diisi sebuah mobil van yang saya… Continue reading

Share to social media :
Voluntourism

Voluntourism: Sebuah Nukilan

Pada mulanya adalah senang-senang, lalu kehampaan. Maka, voluntourism muncul. Ia lahir dari kebosanan akan perjalanan yang ‘gitu-gitu aja’, yang makin lama makin terasa hedonistik, yang mungkin dianggap tak punya fungsi sosial budaya selain soal keren-kerenan. Setiap pejalan pasti pernah merasakan fase-fase di atas. Pada mulanya kita suka jalan-jalan ke tempat-tempat yang baru hanya karena itu… Continue reading

Share to social media :
Advertorial

Gallery Prawirotaman Hotel, Pilihan Terbaik Untuk Lebih Intim Dengan Jogja

Kamu pasti tidak menyangka bahwa dari sini, dari salah satu kamar Hotel Gallery Prawirotaman, kamu dapat melihat Gunung Merapi berdiri gagah di sebelah utara. Sebab dari Jalan Kaliurang pun, yang terletak lebih ke utara dan lebih dekat dengan Merapi, sekarang sudah agak susah mencari lokasi untuk menikmati Merapi ketika kabut pagi masih menyelimut. Di bawah,… Continue reading

Share to social media :
Kajian Pejalan

Eksotis?

“Calling something exotic emphasizes its distance…. We call someone exotic if we aren’t especially interested in viewing them as people — just as objects representing their culture.” -N.K. Jemisin Eksotisme sebenarnya adalah semacam luka kolonialisme. Dan kita mencetaknya besar-besar di baliho, menyebarnya lewat televisi, dan seringkali bangga dengan label “eksotis”. Saya lupa kapan terakhir kali… Continue reading

Share to social media :
Event

Traveller Kaskus Slow-Travel Writing Competition

Jika tahun kemarin mengusung voluntourism, tahun ini Traveller Kaskus mengangkat tema slow travel (baca: Slow Travel: Merawat Nalar). Sebagai turunan dari gerakan slow food—bentuk perlawanan dari munculnya gerai-gerai fast food mulai beberapa dekade lalu—slow travel menawarkan pengalaman yang berbeda. Slow travel mengajak para pejalan untuk melambatkan laju di tengah zaman yang serba cepat, untuk merasakan… Continue reading

Share to social media :