Oase di Tanah Hampa, Derawan

0
https://www.instagram.com/mhusniuuwn/

Kepulauan Derawan, tempat ini diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum ujar seorang pelancong yang sudah sering kali menikmati keindahannya lewat media sosial namun baru kali ini berkesempatan berdecak kagum secara langsung tanpa harus menyentuh layar ponsel pintar nya. Setidaknya ada 4 pulau yang terkenal dikalangan pelancong, Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki, keempat pulau itu bak taman laut yang menyuguhi keindahan mulai dari bawah laut dengan segala warna-warni biotanya hingga garis pantai syahdu yang dapat membuat seseorang mendadak romantis.

Kepulauan Derawan merupakan destinasi andalan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur yang promosinya terus digenjot untuk mendatangkan lebih banyak pelancong, khususnya  bagi pecinta keindahan bawah laut atau hanya untuk bermain pasir dipinggir pantai sambil mengabadikan matahari tenggelam nan syahdu. Ada 3 pintu masuk untuk menuju Kepulauan Derawan, yaitu dari Tarakan, Berau via Tanjung Redeb dan Berau via Tanjung Batu namun kebanyakan pelancong lebih memilih melalui jalur Berau via Tanjung Batu, yang menjadi alasan utamanya adalah perjalanan laut yang lebih singkat.

Tanjung Batu adalah sebuah desa di Kecamatan Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur yang sejak dahulu menjadi pintu masuk utama pelancong yang ingin menghilangkan penat ke Kepulauan Derawan. Tanjung Batu pun mulai bersolek sebagai pintu gerbang Kepulauan Derawan, mulai dari jalan utama yang sudah cukup baik, pelabuhan sampai sarana dan pra sarana pendukung yang tujuannya untuk memanjakan pelancong. Namun apa daya kota transit pun hanya jadi julukannnya, pelancong hanya datang dan pergi tak banyak yang melirik untuk menikmatinya lebih lama sekedar tempat rehat sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau-pulau yang menjadi sajian utama Kepulauan Derawan.

Potensi besar mangrove Tanjung Batu yang sejak dahulu sudah terlihat bagai area abu-abu bagi para pelancong, jelas terlihat namun diabaikan. Kekayaan hutan mangrove Tanjung Batu seharusnya bisa menjadi obyek wisata yang mendidik karena keanekaragaman jenis mangrove nya yang melimpah bahkan beberapa jenis mangrove hanya ada disini selain menjadi destinasi wisata mengrove Tanjung Batu juga seharusnya bisa diproyeksikan menjadi Pusat Mangrove Kalimantan Timur.

Jodoh tak lari kemana, Taman pesisir Kepulauan Derawan telah ditetapkan melalui SK Bupati Berau no 202 tahun 2014 tentang pencadangan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagai Taman Pesisir Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau dengan luas 285.266 HA. Sesuai dengan visi Kabupaten Berau yang salah satunya adalah melestarikan ekosistem pesisir dan laut yang tujuannya untuk menunjang pariwisata berbasis kerakyatan. Dengan misi pemanfaatan sumber daya pesisir secara efektif serta berkelanjutan dengan menerapkan system pengelolaan yang saling bekerjasama antara pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar dengan tujuan untuk keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pembangunan PIM Tanjung Batu, Pusat Informasi Mangrove Tanjung batu sebagai wisata edukasi berbasis masyarakat diprakarsai oleh Konsorsium Javlec Indonesia yang didukung penuh oleh MCA Indonesia yang rencananya akan rampung pada februari 2018 yang kedepannya tidak hanya sebagai ekowisata dan keseimbangan ekosistem darat-laut serta juga sebagai Pusat Informasi Mangrove Kalimantan Timur. Pembangunan PIM ini juga mendapat dukungan secara menyeluruh mulai dari pemerintahan desa, kecamatan dan kabupaten.

Lahan Pusat Informasi mangrove berada di pesisir timur ibukota kecamatan Kepulauan derawan dengan luas 5 hektare yang diberikan oleh dinas kelautan untuk dikelola menjadi Pusat Informasi Mangrove dan ekowisata yang didalamnya terdapat pusat edukasi mangrove, jalur tracking mangrove sepanjang 2 km dan gardu pandang dengan gazebo untuk tempat beristirahat mungkin nantinya akan dilengkapi dengan penunjuk informasi jenis mangrove dan fauna yang hidup di hutan mangrove tersebut tentunya tidak lupa tempat pembuangan sampah yang memadai.

Waktu terbaik mengunjungi Pusat Informasi Tanjung Batu tentunya bukan pas musim penghujan dan sore hari adalah waktu ideal karena dapat menikmati matahari terbenam yang indah dari gardu pandang, yang suatu hari nanti akan ramai menjadi spot selfie aduhai. Dengan jalur tracking selebar 2 m dengan desain tanpa undakan tetapi tanjakan landai akan sangat nyaman untuk pengguna kursi roda. Dan bagi penggemar bintang atau milkyway hunter Pusat Informasi Mangrove lokasi sangat tepat untuk mendapat gambar menawan, karena jika langit sedang bersahabat bintang pun tak malu-malu menunjukan aksinya disini.

Diharapkan dengan adanya ekowisata PIM, Tanjung Batu bukan lagi menjadi tempat transit pelancong yang ingin berkunjung ke Kepulauan Derawan. Kini Kepulauan Derawan tak hanya keindahan bawah laut, ubur-ubur imut Pulau Kakaban, penyu-penyu Pulau Sangalaki atau indahnya matahari terbenam di Pulau Maratua tapi ada Tanjung Batu dengan potensi ekowisata nya dan kegiatan bongkar muat nelayan pasar Tanjung Batu yang menarik untuk disambangi barang semalam dua malam.

**

Hampa walau mempunyai ruh seakan tak hidup hanya mengalir dialiran tenang, mengambang tak kuasa menentukan arah, kaya akan potensi belum tentu berprestasi semoga sepenggal kata diatas adalah Tanjung Batu dahulu. Tanjung Batu kini masyarakat menjadi tuan rumah bukan sekedar pengamat namun pelaku yang berorientasi akan kesejahteraan hidup dan berkawan alam agar kelak hasil kerja keras sekarang dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya

Jangan takut melangkah lebih dalam, menggali, mempelajari potensi abu-abu yang tidak seharusnya hilang ditelan abu. Melangkah biar pelan tak jadi masalah, karena satu langkah loe bikin pinter anak bangsa.

 

* Foto udara oleh: https://www.instagram.com/mhusniuuwn/

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco