The Van Diary: Get Lost Brings You To Melasti

0

Pada mulanya kami ingin menuju Bedugul via Sunset Road selepas mengunjungi seorang kawan di Jimbaran, namun kami tidak tahu ada banyak upacara yang akan menutup jalan-jalan utama di hari-hari mendekati Nyepi. Pertama Mr. K (sebutan untuk karavan yang kami gunakan selama 3 bulan di Bali) lewat Jalan Kerobokan, namun jalan dialihkan ke daerah Canggu. Setiba di daerah Canggu ada macet yang luar biasa karena mesti menunggu iring-iringan kereta persembahan yang awalnya kami tidak tahu menuju ke mana. Kami coba jalan tikus lain, entah kenapa setelah lama berputar-putar Mr. K masuk ke dalam jalan satu arah yang menjadi jalur semua iring-iringan kereta itu. Jalan itu bermuara ke Pantai Petitenget. DSC09552upload Yang kami tidak tahu adalah hari itu dilaksanakan upacara Melasti atau Melis, salah satu upacara besar sebelum menyambut hari Nyepi. Menurut Pak Wayan, seorang pecalang yang sempat saya ajak berbincang, pada hari ini umat Hindu Bali pergi ke pantai, sungai besar, danau, atau sumber mata air untuk menjalankan upacara Melasti. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan hiasan Pura dan menambah kekuatan dari benda-benda suci milik Pura, dalam persiapan menyambut Nyepi yang jatuh pada tanggal 21 Maret. DSC09565upload Hampir semua umat Hindu Bali berpakaian putih dan selendang kuning. Banyak dari mereka sudah tiba di pantai tersebut dari dini hari. Alasannya sederhana, Bali belakangan ini sangat panas, jadi mereka menghindarinya. Menurut seorang ibu yang lagi-lagi bernama Wayan, dulu kala Melasti adalah momen yang menyenangkan karena menjadi saat bisa berjalan kaki bersama seluruh keluarga besar. Tetapi sekarang banyak yang lebih memilih naik kendaraan pribadi yang tentu lebih nyaman. Ibu Wayan juga menjelaskan, upacara Melasti diselenggarakan oleh Desa Pekraman atau Desa Adat. Desa ini yang mengelola kahyangan tiga yaitu Pura Desa untuk Dewa Brahma sang Pencipta, Pura Puseh untuk Dewa Wisnu sang Penjaga, dan Pura Dalem untuk Dewa Siwa sang Pelebur. DSC09554upload Semenjak dari jalan kami mengikuti kereta milik Pura Tangkas Kori Agung yang terletak di Desa Buduk, kereta yang didominasi hiasan berwarna kuning ini tenyata mengangkut seluruh pusaka dan alat upacara di desa tersebut. Juga senjata-senjata yang biasa dipakai upacara. Pak gede yang ikut mendorong kereta itu menjelaskan di antara semua senjata itu ada yang disebut pratima yang terbuat dari kayu langka dan dihiasi permata, tidak lupa topeng Barong sebagai lambang kebaikan dan Rangda sebagai lambang kejahatan. DSC09560upload Setibanya di laut, semua benda-benda suci itu dibariskan menghadap laut dan dikelilingi oleh seluruh umat duduk di pasir pantai sambil memberikan persembahan dan mendaraskan doa. Pendeta dan kepala adat kemudian mempersembahkan semua yang dibawa kepada Baruna, Dewa Samudera. “Air laut memiliki kekuatan supranatural, ia menyembuhkan juga melindungi” terang Pak Brata yang asyik merokok menunggu istri dan anaknya berdoa. Ia juga menjelaskan bahwa air laut dapat digunakan untuk menetralkan energi negatif sedangkan pasir laut bisa digunakan untuk menjaga rumah dari serangan ilmu hitam. DSC09568upload Setelah seluruh peralatan didoakan, beberapa orang tua berdoa dan mengambil senjata-senjata di dalam kereta, lalu mereka menebas-nebas tubuh mereka sendiri dengan senjata itu, kemudian mereka menusuk tubuh mereka sekeras mungkin. Menurut Ibu Kadek dengan bantuan dewa-dewa tubuh orang-orang itu kebal senjata. Di akhir upacara, semua benda-benda suci dibawa ke tepi laut dan dibenamkan di sana, hal tersebut melambangkan pengisian ulang dan pembersihan dengan kekuatan yang diberikan oleh Baruna.  Kami tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian upacara, karena kami sudah meluncur jauh dari tujuan semula menuju Pura Ulun Danu Bedugul. Setelah sekitar dua jam berkeliling Pantai Petitenget untuk menunggu jalan menjadi lengang sehingga kami bisa terus melanjutkan perjalanan. Entah kenapa saya suka sekali tersesat, karena get lost brings you somewhere. Ayo tersesat!!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco