Festival Lima Gunung

2

Festival Lima Gunung (FLG) ke XIII yang diselenggarakan selama dua hari pada 23-24 Agustus 2014 dan menampilkan 31 kesenian tradisional, modern, dan kontemporer ini mengambil tempat di Dusun Warangan, Desa Muneng, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Acara ini dimeriahkan oleh gabungan seniman petani dan Komunitas Lima Gunung wilayah kabupaten Magelang, serta kolaborasi dengan seniman dari berbagai daerah meliputi Jogjakarta, Kendal, Kediri, Magelang, Malang, dan Solo.

 

Tarian

Para Penonton

Para pelajar SD, SMP, dan SMA di kabupaten dan kota Magelang juga ikut berpartisipasi, baik sebagai peserta maupun penonton.

 

Ornamen Festival

Festival Lima Gunung ini diprakarsai oleh paguyuban warga yang mendiami dusun wilayah Gunung Andong, Merbabu, Merapi, Sumbing, dan Perbukitan Manoreh, yang sebagian besar menyambung hidup dengan bertani sambil berkesenian di dusunnya masing-masing. Baik ornamen maupun umbul-umbul FLG yang semua terbuat dari hasil alam — seperti daun pisang kering — berjejer rapi berupa bendera, janur, dedaunan, dan jerami. Demikian kreatif para seniman yang ambil bagian dalam festival ini.

 

Tetua adat

Sesaat sebelum acara dimulai, dari kejauhan muncul beberapa orang yang membawa sesajen keliling dusun, pertanda acara akan dimulai. Aku pun melipir ke bawah pepohonan cengkeh yang menaungi Dusun Warangan sebab mentari makin garang menyinari Bumi.

 

Seniman

Acara FLG dibuka oleh Sapu Jagad Squad (SJS) dari Solo yang tampil begitu heboh dengan kostum, make-up, dan rambut warna-warni ala harajuku dengan tema “Harajukunan Trethek Truntung“, melibatkan dua puluh orang yang menari dan bermain musik secara harmonis dan mempesona menggunakan instrumen bambu.

 

Tahun ini tema FLG adalah topo ing rame, bertapa di tengah keramaian. Sebuah tajuk yang agak bernuansa sufi, yang mengajak kita untuk merenung.

Sesungguhnya banyak hal yang bisa dipetik dari Festival Lima Gunung. Yang pasti, ajang ini adalah sebagai sarana silaturrahim antar sesama manusia demi memperkuat kesatuan bangsa serta menyadarkan manusia akan peran gunung sebagai salah satu mata-rantai siklus alam yang merajai Bumi.

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[+] kaskus emoticons nartzco