Traveller Kaskus

Posts by Sarani Pitor

Voluntourism

Voluntourism: Sebuah Nukilan

Pada mulanya adalah senang-senang, lalu kehampaan. Maka, voluntourism muncul. Ia lahir dari kebosanan akan perjalanan yang ‘gitu-gitu aja’, yang makin lama makin terasa hedonistik, yang mungkin dianggap tak punya fungsi sosial budaya selain soal keren-kerenan. Setiap pejalan pasti pernah merasakan fase-fase di atas. Pada mulanya kita suka jalan-jalan ke tempat-tempat yang baru hanya karena itu… Continue reading

Share to social media :
Kajian Pejalan

Eksotis?

“Calling something exotic emphasizes its distance…. We call someone exotic if we aren’t especially interested in viewing them as people — just as objects representing their culture.” -N.K. Jemisin Eksotisme sebenarnya adalah semacam luka kolonialisme. Dan kita mencetaknya besar-besar di baliho, menyebarnya lewat televisi, dan seringkali bangga dengan label “eksotis”. Saya lupa kapan terakhir kali… Continue reading

Share to social media :
General

Slow Travel: Merawat Nalar

Tahun lalu, tante saya yang lama tinggal di Jerman berkunjung ke Indonesia. Ia bercerita soal saudara yang ingin traveling ke Eropa. Selama di Eropa, si saudara mau menyambangi Jerman, Prancis, Belanda, dan Italia. Semuanya dalam waktu kurang dari dua pekan. Tante saya menggeleng kepalanya dan berkata, “jalan-jalan macam apa tuh?” Cara traveling semacam itu sebenarnya… Continue reading

Share to social media :
Pilihan Editor

Surga: Dari Sakral ke Banal

Beberapa tahun ke belakang, setiap saya di kursi pesawat dan membolak-balik flight magazine, dan menemukan artikel yang judulnya terdapat kata ‘surga’, saya menggeleng kepala dan membunyikan ‘ck!’ Sungguh, pemakaian kata ‘surga’, ‘sorga’, ‘nirvana’, ‘nirwana’, atau ‘eden’ dalam artikel perjalanan sudah sampai pada tahap memuakkan. Seakan-akan tidak ada kata lain untuk menggambarkan keindahan suatu destinasi. Tidak… Continue reading

Share to social media :