Traveller Kaskus

Date archives January 2015

Event

Pameran Fotografi Perjalanan

Fotografi mempunyai peran penting dalam memaknai perjalanan, melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, atau setidaknya dengan sudut pandang yang lebih personal. — Irham Rahadian —   “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things” ~Henry Miller Fotografi berasal dari dua kata Yunani kuno, yakni foto untuk “cahaya”, dan grafis… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan

Mandi-mandi di Kampung Tugu

Minggu pertama tahun 2015, saya habiskan dengan mengunjungi Kampung Tugu. Kampung yang terletak di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara itu sampai saat ini merupakan tempat bermukim bagi komunitas keturunan Portugis. Menurut sejarah, wilayah yang sekarang bernama Kampung Tugu semula hanyalah rawa yang kemudian direklamasi oleh VOC. Di sana lalu dibangun permukiman yang khusus diperuntukkan… Continue reading

Share to social media :
Event

Traveller Kaskus Voluntourism Writing Competition

Traveller Kaskus merupakan komunitas jalan-jalan dan menjadi wadah untuk belajar bersama tentang dunia pariwisata baik domestik maupun mancanegara, dan merupakan salah satu komunitas yang concern di isu Voluntourism. Voluntourism merupakan cara berjalan yang cukup baru di dunia traveling Indonesia. Voluntourism adalah sebuah penggabungan 2 kata; volunteer dan tourism. Seseorang yang melakukan voluntourism berarti melakukan aktivitas… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan / Van Diary

The Van Diary: Menyaksikan Pelebon

Berita bahwa sebuah upacara kematian keluarga para raja, pelebon, akan dilakukan pada hari ini (9/12) meniup kami sampai ke Ubud. Sekitar pukul sebelas kami berempat tiba di The Sungu Resort & Spa, tempat kami akan menginap selama beberapa hari ke depan. Setelah melengkapi diri dengan kamen (kain yang digunakan sebagai bawahan) dan udeng, kami jalan… Continue reading

Share to social media :
Van Diary

The Van Diary: Pasah di Pasar Kintamani

Lantai dua Luden House yang terbuat dari kayu berderit-derit ketika kami sibuk membereskan perlengkapan tidur. Nyawa belum begitu terkumpul sementara hawa dingin Ubud di pagi hari serasa menahan kami untuk tetap bertahan dalam kantong tidur. Saya sendiri barangkali baru sekitar satu setengah sampai dua jam tidur, begadang menulis catatan harian. Jarum jam belum menunjukkan pukul… Continue reading

Share to social media :
Van Diary

The Van Diary: Koloni Burung Kokokan

Jalan Sriwedari, Ubud, semakin mengecil. Rumah-rumah dan villa yang dibangun di atas sawah tampak semakin banyak. Jika dibandingkan dengan pusat kota Ubud yang ramai, hawa memang bertambah dingin dan suasana menjadi demikan sepi. Namun entah kenapa saya merasa suasana tetap riuh. Barangkali karena keberadaan villa-villa itu, atau pengendara motor yang tanpa henti melintas di jalan-jalan… Continue reading

Share to social media :
Van Diary

The Van Diary: Gede Sayur

Selama dua malam kami menginap di studio sekaligus galeri seniman Gede Sayur. Namanya mulai menjadi perhatian sejak ia memasang seni instalasi berupa tulisan Not For Sale di sawah belakang Luden House – nama yang ia berikan untuk studionya itu – yang terletak di Desa Junjungan, Ubud. Not For Sale bukan sekadar seni, namun juga sebuah… Continue reading

Share to social media :
Van Diary

The Van Diary: Wisata Kunang-Kunang

Hujan membasuh Jalan By Pass Ngurah Rai ketika kami melaju dengan Mr.K yang dikendarai oleh Cok. Di dalam mobil yang disulap jadi karavan serbaguna itu Cok, Rara, dan saya berhimpitan di kursi barisan supir sedangkan Syukron di belakang bersanding barang-barang. Kami menuju utara demi menjajal Wisata Kunang-Kunang yang masih jarang ditemui di Indonesia. Beruntung hujan… Continue reading

Share to social media :
Cerita Pejalan / Van Diary

The Van Diary: Warung Bu Maning

Warung Bu Maning adalah suaka bagi perut-perut yang kelaparan di daerah Kerobokan saat malam. Menawarkan menu nasi jinggo yang lebih besar dalam porsi dan lebih bervariasi dalam lauk, Warung Bu Maning memberikan kesan yang tidak sesederhana. Selamat mengantri dan berdesak-desakan untuk meraih sebungkus nasi jinggo hangat. Tidak pernah terbayangkan apa yang ditawarkan warung ini sebelumnya… Continue reading

Share to social media :
Van Diary

The Van Diary: Gunung Agung

Mendaki Gunung Agung sudah menjadi wish list semenjak awal saya mulai mendaki gunung. Namun, karena pergi ke Bali tidak pernah jadi prioritas dan konon untuk mencapai tanahnya wajib memakai guide yang biayanya tidak cocok dengan kantong pelajar maka baru sembilan tahun kemudian saya bisa berdiri di atas gunung suci itu. Dari dalam Mr. K, sehabis… Continue reading

Share to social media :